Sabtu, 24 April 2010

AWAS!! Hacker dan Cracker itu TIDAK SAMA!!!

Hacker dan Cracker
==================
Sebenarnya secara lebih spesifik terminologi hacker telah dijelaskan dalam buku Hacker Attack karya Richard Mansfield tahun 2000. Menurut Mansfield, hacker didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki keinginan untuk melakukan eksplorasi dan penetrasi terhadap sebuah sistem operasi dan kode komputer pengaman lainnya, tetapi tidak melakukan tindakan pengrusakan apapun, tidak mencuri uang atau informasi. Sedangkan cracker adalah sisi gelap dari hacker dan memiliki kertertarikan untuk mencuri informasi, melakukan berbagai macam kerusakan dan sesekali waktu juga melumpuhkan keseluruhan sistem komputer.

Perbedaan terminologi antar hacker dan cracker tersebut kini menjadi bias dan cenderung hilang sama sekali dalam perspektif media massa dan di masyarakat umum. Ada beberapa faktor penyebab hal tersebut:

- Para cracker tidak jarang menyebut diri mereka sebagai hacker
- Manifesto dan kode etik para hacker kerap pula dianggap sebagai manifesto dan kode etik bagi para cracker.
- Media massa menggunakan terminologi hacker secara salah kaprah dan hantam kromo
- Industri film mengangkat kehidupan hacker dari kacamata Hollywood
- Masyarakat melabelisasi kegiatannya menggunakan kata hacker agar lebih memiliki daya jual

Berdasarkan beberapa kondisi tersebut di atas, maka terminologi hacker memiliki pelebaran makna sedemikian rupa, sehingga kesalah-kaprahan kian hari kian menjadi-jadi. Setiap perilaku negatif yang dilakukan di Internet sering kali dikaitkan dengan istilah hacker, baik oleh media massa maupun masyarakat umum. Contohnya adalah pada paragraf pertama dan kedua tulisan ini. Perilaku men-defaced suatu situs nyata-nyata bukanlah modus operandi hacker. Hacker sejatinya tidak memiliki niatan atau tindakan yang sifatnya merusak.

Penggunaan kata hacker untuk sebuah acara party-party di café seperti contoh di atas juga merupakan satu bentuk pengaburan makna hacker yang sebenarnya. Acara HackersNight yang selalu digelar di café-café tersebut hanyalah merupakan ajang kumpul-kumpul pebisnis dotcom untuk bertukar kartu nama, menikmati hiburan dan bercengkerama hingga larut malam. Agak sulit jika ingin memperkirakan bahwa hacker yang sebenarnya akan menghadiri acara tersebut. Karena sejatinya seorang hacker kurang mau jati dirinya terekspos.

Berbeda bila kita berbicara mengenai ajang pertemuan hacker terbesar di dunia, Def Con, yang diadakan setahun sekali setiap pertengahan bulan Juli di Las Vegas. Acara Def Con tersebut lebih kepada ajang pertukaran informasi dan teknologi yang berkaitan dengan aktifitas hacking. Para hacker dari seluruh dunia tidak segan-segan untuk muncul setahun sekali dalam Def Con tersebut karena disitulah mereka dapat merasakan berada di komunitas hacker yang sesungguhnya, bukan sekedar labelisasi saja.

Walhasil, melihat beberapa kondisi di atas, akhirnya mau tidak mau terjadi kompromi dalam penggunaan istilah hacker. Sebagian orang ada memilih istilah hacker dan cracker, ada yang lebih nyaman menggunakan istilah hacker putih dan hacker hitam dan ada pula yang tetap menggunakan kata hacker untuk semua perilaku kriminalitas di Internet. Karena hacker yang sejati lebih banyak diam, cracker sering menyatakan dirinya sebagai hacker dan masyarakat umum lebih familiar dengan istilah hacker, akhirnya mau tidak mau media massa harus mengikuti selera pasar dengan ikut-ikutan mengeneralisir terminologi hacker.

*) Penulis adalah Koordinator ICT Watch dan jurnalis TI independen. Dapat dihubungi melalui e-mail donnybu@ictwatch.com. Tulisan ini pernah dimuat oleh majalah Neotek, Vol.II - No. 1, Oktober 2001. Tulisan ini bebas dikutip asal menyebutkan sumbernya

Rabu, 07 April 2010

Fakta Gokil Seputar Warnet

ini dikutip dri blog org lain, jdi klo ada tulisan "saya" atw "gw" itu maksudnya si pembuat asli

1. 8 dari 10 orang dewasa yang pertama kali datang ke warnet saya, selalu memilih komputer dengan monitor LCD 17'. LUCUNYA, mereka PASTI tidak bisa menyalakan monitornya.

2. ada kertas bertulisan 'DILARANG KERAS MENGAKSES SITUS PORNO'. dan orang yang paling sering membaca tulisan tersebut adalah orang dewasa yang notebene datang ke warnet hanya pengen ngebokep. biasanya mereka menjadikan bahan candaan seperti 'Dilarang keras....berarti boleh...' believe me, 80% of those ppl selalu berkata seperti itu. seperti nya mereka ga mengerti arti kata DILARANG. jangan jangan ga tamat SD. lagian ngebokep koq diwarnet seh? GET A ROOM!

3. user yang datang, begitu buka pintu terlihat celangak celinguk, takut takut....lihat sana lihat sini, akan berakhir dengan menyapa dan bertanya apakah bisa main dan kemudian menanya harga perjam. begitu dia dengar harga perjam nya, mimik mukanya langsung berubah dan ga jadi main. emang mahal ya 5ribu / jam? (sy tinggal di pedalaman, dan warnet lain juga harga nya sama)

4. mahasiswa disini tidak bisa buka internet!

5. kalaupun bisa, 1 komputer dipakai 10 orang (set dah...miskin dari pengemis nih mahasiswa)

6. anak SD kelas 4 lebih jago buka internet dan kirim email dibanding mahasiswa yang bisa internet tadi. hahahahaha...apa kata duniaaaaaaaaa?

7. selalu ada orang datang bertanya 'bisa kirim fax ga?'

8. kalau anda berpikir sang pengirim fax tadi gelo....anda belum pernah melihat orang gokil yang menabrak pintu kaca saya yang waktu itu putih polos tanpa stiker apa apa. udah makan 4 korban tuh pintu kaca.

9. karena takut ada korban berikutnya, sy tempelin dengan poster pintu kaca tersebut. TAPI TERNYATA, ada orang yang cukup gelo nya, dia membungkuk guna melewati /menghindari poster tersebut. GUBRAKS! dan dia jatuh terduduk. (You have do idea seberapa keras sy berusaha menahan ketawa saya waktu itu)